System Pencernaan dan Makanan Haram

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Menjelaskan Ke-Maha Besar- an Allah berkaitan dengan mekanisme

kerja sistem pencernaan, kaidah-kaidah yang berhubungan dengan fungsi makanan, adab

makan, hukum dasar makanan, sertifikasi makanan halal,

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

1. Menjelaskan Ke-Maha Besar- an Allah berkaitan dengan mekanisme / sistem kerja pencernaan

2. Menjelaskan fungsi makan bagi seorang muslim

3. Menjelaskan adab makan bagi seorang muslim

4. Menjelaskan hukum dasar makanan

5. Menjelaskan syarat makanan halal

6. Menjelaskan dasar sertifikasi makan halal

SISTEM PENCERNAAN

Air liur, yang berperan pada awal proses pencernaan, berfungsi membasahi makanan

supaya makanan mudah dikunyah gigi dan turun melalui kerongkongan. Air liur juga

merupakan zat khusus untuk mengubah, melalui sifat kimiawinya, zat pati menjadi gula.

Coba pikirkan apa yang terjadi andai air liur tidak dihasilkan di dalam mulut. Kita tidak

akan mampu menelan apa pun atau bahkan berbicara karena mulut kita kering. Kita tidak

akan mampu mengonsumsi makanan padat, dan harus meminum cairan saja.

Dalam sistem lambung terdapat keseimbangan yang menakjubkan. Di dalam lambung,

makanan dicerna oleh asam klorida. Asam ini sangat kuat, sehingga dapat mencerna

bukan hanya makanan yang masuk, melainkan juga dinding lambung. Namun, sebuah

solusi disediakan untuk manusia: zat bernama mukus, yang dihasilkan selama proses

pencernaan, melapisi dinding lambung dan melindunginya dengan sangat baik terhadap

efek merusak dari asam tersebut. Dengan demikian, lambung tidak akan merusak dirinya

sendiri. Terdapat kesesuaian sempurna antara asam pencerna makanan dan mukus yang

dihasilkan untuk melindungi lambung dari asam tersebut.

Ketika kosong, lambung tidak memproduksi cairan pengurai protein (zat gizi yang

berasal dari hewan seperti daging). Sebaliknya, cairan yang dihasilkan berbentuk zat

tidak berbahaya tanpa sifat merusak. Begitu makanan berprotein memasuki lambung,

asam klorida dihasilkan dalam lambung dan menguraikan zat netral ini menjadi protein.

Dengan begitu, ketika lambung kosong, asam ini tidak melukai lambung yang juga

terbuat dari protein.

Marilah kita melihat hal ini dari sudut pandang yang berbeda. Sel-sel lambung

memproduksi asam di dalam perut. Baik sel ini maupun sel lain di bagian tubuh lain

(misalnya sel mata) merupakan sel kembar yang berasal dari pembelahan sel tunggal

awal di dalam rahim ibu. Lebih jauh lagi, kedua jenis sel ini mempunyai kombinasi

genetis yang sama. Ini berarti, bank data pada kedua sel sama-sama mengandung

informasi genetis tentang protein yang dibutuhkan mata dan asam yang digunakan di

dalam lambung. Namun, dengan ketundukan pada perintah dari suatu sumber yang tidak

diketahui, di antara jutaan informasi yang ada, sel mata hanya menggunakan informasi

untuk mata dan lambung hanya menggunakan informasi untuk lambung. Apa yang terjadi

andaikan sel mata yang memproduksi protein yang dibutuhkan mata (karena sesuatu hal

yang tidak diketahui) mulai memproduksi asam yang digunakan di dalam lambungkarena

memang memiliki informasi yang dibutuhkan untuk memproduksinya? Andaikan

hal seperti ini terjadi, seseorang akan melumat dan mencerna matanya sendiri.

Proses pencernaan selanjutnya juga terencana dengan baik. Bagian makanan hasil

cernaan yang berguna diserap oleh lapisan usus halus dan berdifusi dalam darah. Lapisan

usus halus ditutupi lipatan-lipatan lateral yang mirip kain kusut. Dalam setiap lipatan

terdapat lipatan lebih kecil yang disebut “villus”. Lipatan ini meningkatkan penyerapan

usus secara luar biasa. Pada permukaan-atas sel yang meliputi villus terdapat tonjolan

kecil yang disebut mikrovillus. Tonjolan ini menyerap makan dan berfungsi sebagai

pompa. Bagian-dalam pompa ini terhubung dengan sistem peredaran darah melalui

sistem pengangkutan yang dilengkapi dengan berbagai rute. Beginilah cara zat gizi yang

telah diserap mencapai seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah. Setiap villus

memiliki hampir 3000 mikrovillus. Daerah sebesar satu milimeter persegi pada lapisan

usus halus ditutupi oleh kurang-lebih 200 juta mikrovillus. Pada daerah seluas satu

milimeter persegi, 200 juta pompa bekerja tanpa rusak atau lelah untuk mempertahankan

hidup manusia. Pompa yang begitu banyak ini, yang normalnya mengambil wilayah yang

sangat luas, dimampatkan ke dalam ruang yang sangat kecil. Sistem ini mempertahankan

hidup manusia dengan memastikan tubuh memanfaatkan makanan yang dikonsumsi

semaksimal mungkin.

Fungsi Makanan

Bagi seorang muslim hendaknya memiliki kesadaran sepenuhnya bahwa makanan yang

dikonsumsi memiliki fungsi untuk mempertahankan hidupnya. Hidup yang dijalani

dalam kerangka mengabdi (beribadah) kepada Allah, oleh karenanya untuk memperoleh

tenaga dan mempertahankan hidupnya di perlukan makanan. Prinsip yang mendasar

bahwa makan untuk hidup dan bukan sebaliknya hidup untuk makan.

Selanjutnya makanan yang dikonsumsi untuk tenaga ibadah hendaknya memiliki nilai

halal dan thoyib. Halal dalam arti jenis dan cara perolehannya. Thoyib dalam arti

memiliki nilai kebaikan dan kemanfaatan pada tubuhnya. Jenis yang dimakan dan

cara perolehannya mungkin halal namun karena dikonsumsi secara berlebihan akan

berdampak tidak baik atau berakibat buruk pada tubuhnya (tidak thoyib).

Terkait dengan fungsi makan, Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan hadits :

“ Tidaklah Bani Adam memenuhi kantong yang lebih jelek dari perutnya, hendaknya

Bani Adam makan sekedar menegakkan punggungnya, jika tidak bisa (terpaksa) maka

makanlah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiganya untuk

nafasnya.” (HR. Imam Tirmidzi)

Adab makan-minum

Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah SAW melihat salah seorang

cucunya mengambil makanan dengan tangan kirinya, beliau memberikan nasihat,

”Makanlah dengan menyebut nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan

makanlah yang paling dekat darimu.” (HR Bukhari Muslim).

Ajaran Islam adalah ajaran yang mulia dan sempurna, termasuk mengatur norma di

dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Ini membuktikan bahwa kualitas spiritual

seorang Muslim juga dinilai dari kesempurnaan akhlaknya dalam mengonsumsi makanan

dan minuman.

Ada tiga poin penting berkenaan dengan akhlak mengonsumsi makanan dan minuman.

Pertama, berdoa dengan menyebut nama Allah ketika hendak memulai makan dan

minum. Ini mengandung pengertian bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh

manusia sesungguhnya adalah karunia Allah yang harus disyukuri. Ketika nama Allah

disebut oleh orang yang hendak makan dan minum, berarti ia mengharap berkah dari

makanan dan minuman yang akan dikonsumsi.

Kedua, menggunakan tangan kanan ketika makan dan minum. Dalam Islam, kanan

adalah simbol kebajikan yang mengandung nilai terpuji. Karena itu, Rasulullah SAW

senantiasa membiasakan yang kanan (al-tayamun) dalam setiap aktivitas kesehariannya,

baik yang berhubungan dengan ibadah maupun akhlak. Secara kontekstual, pembiasaan

tangan kanan dalam makan dan minum ini, dapat dimaknai pula sebagai perintah untuk

selalu mendapatkan makanan dan minuman dengan cara yang baik dan terpuji.

Makanan dan minuman harus mengandung kehalalan sempurna. Rasulullah SAW

bersabda, ”Daging apa saja dalam tubuh manusia yang tumbuh dari makanan yang tidak

halal, maka neraka lebih pantas baginya.”

Ketiga, mengutamakan makanan atau minuman yang paling dekat. Adalah sangat indah

dan santun ketika seorang Muslim lebih mengutamakan makanan yang paling mudah

diraihnya daripada yang jauh dan sulit diraihnya walaupun lebih lezat dan menarik.

Akhlak ini sesungguhnya mengandung esensi bahwa setiap Muslim dilarang bersikap

tamak dan serakah sehingga selalu mengharap sesuatu yang tidak dimilikinya.

Setiap Muslim diperintahkan untuk selalu menghiasi dirinya dengan sifat qana’ah, yaitu

menerima dan merasa cukup sekaligus mensyukuri apa yang dimilikinya sebagai nikmat

dari Allah. Rasulullah SAW bersabda, ”Bukanlah kekayaan itu dengan melimpahnya

harta dan benda, melainkan kekayaan itu adalah kekayaan jiwa.” (HR Abu Ya’la).

Terkait dengan tercelanya banyak makan dan kenyang yang dapat menimbulkan

berbagai penyakit dan memberatkan seseorang untuk melaksanakan hukum syar’i/ ibadah

terdapat beberapa hadits dan riwayat yang perlu diperhatikan seperti

Rasulullah bersabda :

“Orang yang paling banyak kenyang di dunia adalah yang paling lama lapar di

akhirat.” (HR. Al-Bazzar )

Luqman al Hakim berwasiat pada putranya :

“Wahai putraku jika kamu penuhi lambungmu maka akan tidur pikiranmu,

membisukan hikmah, mendudukkan anggota badan dari beribadah dan pada perut

kosong itu banyak faedahnya yaitu menjernihkan hati , mencerdaskan manusia

dan menajamkan bashiroh. Kenyang itu menyebabkan kedunguan, membutakan

hati dan memperbanyak uap dan cairan dalam lambung.

Al-Imam Thabrani dan Ibnu Abi Dunya meriwayatkan hadits :

“Akan terjadi pada ummatku seseorang memakan semua jenis makanan,

meminum semua jenis minuman, memakai semua jenis pakaian dan banyak

berbicara. Maka, mereka itulah paling jeleknya ummatku.”

Al-Imam Al-Baihaqi meriwayatkan hadits :

‘Dunia adalah penjaranya orang mukmin dan surganya orang kafir.”

Manfaat lapar terhadap kesehatan badan adalah seperti yang dikatakan oleh Ibnu

Masiwaih :

“Sekiranya manusia mau mengamalkan hadits ini (riwayat Tirmidzi) mereka akan

selamat dari sakit dan berbagai penyakit, menutup rumah sakit dan

mengistirahatkan toko obat/ apotik. Hal itu karena sumber segala penyakit adalah

kenyang.”

Al-Harits seorang dokter (Arab) mengatakan :

“Yang banyak membunuh manusia adalah karena manusia suka memasukkan

makanan pada perut sebelum makanan dalam perut dicerna

Kehidupan Rasulullah dan para shahabat lebih memilih banyak lapar dari pada

kenyang karena kefahamannya terhadap faedah lapar dan bahaya kenyang, lebih

memilih mengekang syahwatnya daripada menurut syahwat, dan bukannya pada

mereka tidak ada makanan tetapi beliau-beliau lebih memilih keadaan yang lebih

baik dan lebih sempurna daripada lawannya.

Mereka makan dan minum sekedar dapat melaksanakan ibadah, karena hanya

untuk itu (untuk beribadah) diciptakannya jin dan manusia.

Mengkonsumsi makanan yang halal adalah keharusan sebagaimana firman Allah SWT:

“Hai orang-orang yang beriman makanlah diantara rizki yang baik-baik yang kami

berikan kepadamu..” (QS Al Baqarah : 172). Dampak mengkonsumsi makanan yang

haram adalah ancaman siksa dan mudharat dari segi kesehatan.

Sabda Rasulullah SAW, ”Setiap daging yang tumbuh dari barang yang haram, maka

neraka lebih utama baginya.” Artinya, makanan yang haram itu akan mendorong perilaku

yang jahat, yang menyebabkan kecelakaan yang bersifat abadi di akhirat nanti.

Makanan haram berdampak menghalangi terkabulnya do’a,

Rasul bersabda :

“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik dan sesungguhnya

Allah memerintahkan orang-orang beriman serupa dengan apa yang diperintahkan

kepada para Rasul. Kemudian Rasul SAW menceritakan seorang laki-laki yang telah jauh

perjalanannya, berambut kusut penuh debu, dia mengangkat kedua tangannya kelangit

dan berdo’a :”Ya Rabb, ya Rabb! sedangkan makanannya haram, minumannya haram,

pakaiannya haram dan dikenyangkan dengan barang yang haram, bagaiamana ia akan

diterima do’anya”. (H.R Muslim )

HUKUM DASAR MAKANAN

Pada dasarnya semua makanan hukumnya adalah halal, kecuali yang di haramkan oleh

dalil, firman Allah:

“Dialah yang telah menjadikan segala sesuatu yang ada di bumi ini untuk

kamu…” (QS Al Baqarah : 29).

Syeikh Abdurrahman As-Sa’dy berkata :”Dalam ayat di atas terdapat dalil bahwa pada

dasarnya segala sesuatu itu halal dan suci karena ayat tersebut konteksnya adalah

menyebutkan nikmat”.

SYARAT MAKANAN HALAL

 

1. Suci, bukan najis atau yang terkena najis, sebagaimana firman Allah:

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi

dan binatang yang disembelih dengan nama selain Allah”. (QS Al Baqarah : 173)

2. Aman, tidak bermudharat baik yang langsung maupun yang tidak langsung,

sebagaimana firman Allah:

“Dan janganlah kamu menjerumuskan diri kamu kedalam kebinasaan”.

(QS Al Baqarah 195)

3. Tidak memabukkan, sabda Rasul yang artinya :”Setiap yang memabukkan adalah

khamar dan setiap khamar adalah haram”. (HR.Muslim ).

4. Disembelih dengan penyembelihan yang sesuai dengan syari’at jika makanan itu

berupa daging hewan.

ASAL-USUL MAKANAN

 

1. Makanan nabati: hukum asalnya adalah halal, dalilnya adalah surat Al Baqarah ayat

29 dan hadits Salman, Rasulullah SAW bersabda :

“Yang halal adalah yang dihalalkan oleh Allah dalam kitab-Nya dan yang haram

adalah yang diharamkan oleh Allah dalam kitab-Nya dan yang diidamkan maka

itu dimaafkan”. (HR At Tirmidzi).

2. Makanan hewani:

a. Hewan air: hukum dasarnya adalah halal, dalilnya adalah firman Allah yang

artinya:

“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut”. (QS Al Maidah : 96).

Juga sabda Rasulullah SAW:

“(air laut) itu suci dan bangkainya halal”. (H.R Abu Daud dan Tirmidzi)

kecuali buaya karena ia termasuk hewan bertaring dan buas juga ular dan kodok.

Abdurrahman bin Utsman ra berkata:”telah datang seorang tabib kepada

Rasulullah SAW meminta idzin menjadikan kodok sebagai ramuan obat, maka

Rasulullah SAW melarangnya untuk membunuh kodok”. (H.R Abu Dawud,

Nasaa’i ).

b. Hewan darat

 

Binatang buas

Ibnu Abbas ra berkata: “Rasul melarang memakan binatang buas yang bertaring

dan burung yang bercakar”. (Muslim ).

Berpijak dari hadits ini maka binatang buas yang diharamkan adalah yang

bertaring.

Binatang jinak

Hukum asalnya adalah halal, dalilnya adalah firman Allah:

“Dihalalkan bagimu binatang ternak”. (QS Al Maidah : 1)

Binatang jinak halal dikonsumsi, kecuali keledai, ia diharamkan dalam hadits

Jabir ia berkata :”Rasulullah SAW melarang pada perang khaibar untuk makan

daging keledai dan mengizinkan memakan daging kuda”. (Al Bukhary, dan

Muslim)

Unggas

Hukum dasarnya adalah halal,

Zahdam Al Jarmi berkata :”Saya pernah datang kepada Abu Musa Al Asy’ari ra

dan ia sedang makan daging ayam, lalu ia berkata :”Mendekat dan makanlah !

karena aku melihat Rasulullah memakannya”. (At Tirmidziy )

Kecuali burung pemangsa dengan cakar sebagai senjatanya, sebagaimana dalam

hadits Ibnu Abbas di atas, juga burung pemakan bangkai seperti gagak

sebagaimana sabda Nabi yang artinya :”Lima fawaasiq dibunuh baik dalam

wilayah haram atau diluar wilayah haram : gagak, elang, tikus, kalajengking, dan

anjing penggigit”. (Al Bukhari dan Muslim).

Hewan yang halal tidak dibunuh melainkan disembelih karena jika dibunuh maka

ia menjadi bangkai.

Serangga

Serangga yang menjijikkan haram hukumnya, dalilnya adalah firman Allah:

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan segala

yang buruk”. (QS Al A’raaf : 157)

Dan sesuatu yang buruk dan menjijikkan tidak termasuk dalam kategori ath

thayyibaat, sebagaimana firman Allah yang artinya :”Katakanlah dihalalkan bagi

kalian yang baik-baik”. (QS Al Maidah : 4).

Belalang

Belalang bersifat halal tanpa ragu,

Abdullah bin Abi Aufa bekata :”Kami telah berperang sebanyak tujuh peperangan

dengan memakan belalang bersama Rasulullah SAW “. (Al Bukhary , dan

Muslim).

Sertifikasi Makanan Halal

Salah satu pasal dalam Undang-Undang Pangan menyebutkan tentang label, dinyatakan

bahwa pencantuman label halal merupakan jaminan bahwa makanan dan minuman yang

diberi label tersebut adalah halal menurut syariat Islam dan merupakan tanggung jawab

produsen yang memproduksi makanan atau minuman tersebut. Jika pencantuman label

halal menjadi tanggungjawab produsen sepenuhnya tanpa melalui pemeriksaan oleh

pihak yang berwenang berlaku, hal ini akan sangat membahayakan konsumen karena

konsumen berada pada pihak yang sangat lemah dan yang kritis, hal tersebut juga sangat

bertentangan dengan aturan pelabelan yang berlaku di seluruh dunia. Oleh karenanya

diperlukan adanya badan sertifikasi.

Kehalalan suatu produk sangat bergantung pada tingkat pengetahuan, baik ilmu

pengetahuan mengenai bahan dan asal usul bahan juga hukum Islam, dan kejujuran /

keimanan (Islam) yang tinggi semua pihak.

Badan sertifikasi diharapkan memiliki kriteria sebagai berikut

– mewakili aspirasi umat Islam, dimana anggotanya hanya terdiri dari orang Islam saja,

hali ini diupayakan untuk menghindari adanya bias dan conflict of interest. Oleh

karena masalah kehalalan berkaitan dengan keimanan sehingga sebenarnya bukan

hanya anggotanya orang Islam saja, akan tetapi juga harus terdiri dari orang-orang yang

beriman dengan benar. ( keimanan seseorang tidak mudah dinilai, hanya Allah saja

yang bisa menilainya, walaupun ada ciri-cirinya seperti yang dijelaskan dalam Al-

Qur’an). Oleh karena itu, sepanjang anggota-anggotanya orang Islam dan reputasi

loyalitas, kejujuran dan kebaikan ahlaknya telah diketahui dengan baik, maka lembaga

itulah yang memenuhi kriteria pertama ini.

– anggotanya tdr atas ahli fiqih dan ahli berbagai keahlian yang berkaitan dengan

teknologi pangan seperti ahli teknologi pangan, kimia, biokimia, dll.

– Badan sertifikasi hendaknya bersifat nonprofit oriented (tidak mencari keuntungan).

Walaupun diperlukan biaya yang harus dikeluarkan oleh produsen untuk menghidupi

kegiatan lembaga ini dan melengkapi sarananya, akan tetapi biaya tersebut tidak boleh

berlebihan sehingga akhirnya justru akan memberatkan konsumen.

– Mempunyai jaringan yang luas melingkupi seluruh wilayah Indonesia

– Harus bersifat independen, tidak mewakili atau dipengaruhi oleh produsen maupun

pemerintah.

Pemerintah jelas diperlukan perannya yaitu membuat peraturan yang mempunyai

kekuatan hukum (seperti peraturan pemerintah) dan pengawasan, akan tetapi pemerintah

tidak perlu terlibat langsung dalam proses sertifikasi karena di samping akan

memperpanjang birokrasi, juga dapat saja terjadi conflict of interest apabila unsur

pemerintah masuk kedalam lembaga pemeriksa tersebut mengingat pemerintah juga

mempunyai kepentingan terhadap produsen, misalnya dalam hal pemasukan uang Negara

Referensi

1. Muhammad Irfan Helmy, Akhlak Saat Makan dan Minum – Republika.co.id

2. Anton Apriyantono, Masalah Halal: Kaitan Antara Syar’i, Teknologi dan

Sertifikasi, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor

3. Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi,1993. Halal dan Haram dalam Islam. Bina

Ilmu,

4. Harun Yahya, 2002. Kejaiban di dalam Tubuh Kita. www.harunyahya.org

Makalah Suplemen :

Makanan Haram

 

1.. BANGKAI

Yaitu hewan yang mati bukan karena disembelih atau diburu. Hukumnya jelas

haram dan bahaya yang ditimbulkannya bagi agama dan badan manusia sangat

nyata, sebab pada bangkai terdapat darah yang mengendap sehingga sangat

berbahaya bagi kesehatan. Bangkai ada beberapa macam sbb :

[a].Al-Munkhaniqoh yaitu hewan yang mati karena tercekik baik secara sengaja atau

tidak.

[b].Al-Mauqudhah yaitu hewan yang mati karena dipukul dengan alat/benda keras

hingga mati olehnya atau disetrum dengan alat listrik.

[c]. Al-Mutaraddiyah yaitu hewan yang mati karena jatuh dari tempat tinggi atau

jatuh ke dalam sumur sehingga mati.

[d]. An-Nathihah yaitu hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lainnya

Sekalipun bangkai haram hukumnya tetapi ada yang dikecualikan yaitu bangkai ikan

dan belalang berdasarkan hadits : “Dari Ibnu Umar berkata: ” Dihalalkan untuk dua

bangkai dan dua darah. Adapun dua bangkai yaitu ikan dan belalang, sedang dua

darah yaitu hati dan limpa.”

Rasululah juga pernah ditanya tentang air laut, maka beliau bersabda:

“Laut itu suci airnya dan halal bangkainya”.

2. DARAH

Yaitu darah yang mengalir sebagaimana dijelaskan dalam ayat lainnya : “Atau darah

yang mengalir” (QS. Al-An’Am: 145). Demikianlah dikatakan oleh Ibnu Abbas dan

Sa’id bin Jubair. Diceritakan bahwa orang-orang jahiliyyah dahulu apabila seorang

diantara mereka merasa lapar, maka dia mengambil sebilah alat tajam yang terbuat

dari tulang atau sejenisnya, lalu digunakan untuk memotong unta atau hewan yang

kemudian darah yang keluar dikumpulkan dan dibuat makanan/minuman. Oleh

karena itulah, Allah mengharamkan darah pada umat ini. Sekalipun darah adalah

haram, tetapi ada pengecualian yaitu hati dan limpa berdasarkan hadits Ibnu Umar di

atas tadi. Demikian pula sisa-sisa darah yang menempel pada daging atau leher

setelah disembelih. Semuanya itu hukumnya halal. Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah

mengatakan: ” Pendapat yang benar, bahwa darah yang diharamkan oleh Allah

adalah darah yang mengalir. Adapun sisa darah yang menempel pada daging, maka

tidak ada satupun dari kalangan ulama’ yang mengharamkannya”.

3. DAGING BABI

Babi baik peliharaan maupun liar, jantan maupun betina. Dan mencakup seluruh

anggota tubuh babi sekalipun minyaknya. Tentang keharamannya, telah ditandaskan

dalam al-Qur’an, hadits dan ijma’ ulama.

4. SEMBELIHAN UNTUK SELAIN ALLAH

Yakni setiap hewan yang disembelih dengan selain nama Allah hukumnya haram,

karena Allah mewajibkan agar setiap makhlukNya disembelih dengan nama-Nya

yang mulia. Oleh karenanya, apabila seorang tidak mengindahkan hal itu bahkan

menyebut nama selain Allah baik patung, taghut, berhala dan lain sebagainya , maka

hukum sembelihan tersebut adalah haram dengan kesepakatan ulama.

5. HEWAN YANG DITERKAM BINATANG BUAS

Yakni hewan yang diterkam oleh harimau, serigala atau anjing lalu dimakan

sebagiannya kemudia mati karenanya, maka hukumnya adalah haram sekalipun

darahnya mengalir dan bagian lehernya yang kena. Semua itu hukumnya haram

dengan kesepakatan ulama. Orang-orang jahiliyah dulu biasa memakan hewan yang

diterkam oleh binatang buas baik kambing, unta, sapi dsb, maka Allah

mengharamkan hal itu bagi kaum mukminin. Adapun hewan yang diterkam binatang

buasa apabila dijumpai masih hidup (bernyawa) seperti kalau tangan dan kakinya

masih bergerak atau masih bernafas kemudian disembelih secara syar’i, maka hewan

tersebut adalah halal karena telah disembelih secara halal.

6. BINATANG BUAS BERTARING

Hal ini berdasarkan hadits : “Dari Abu Hurairah dari Nabi saw bersabda: “Setiap

binatang buas yang bertaring adalah haram dimakan” (HR. Muslim ). Maksudnya

“dziinaab” yakni binatang yang memiliki taring atau kuku tajam untuk melawan

manusia seperti serigala, singa, anjing, macan tutul, harimau, beruang,kera dan

sejenisnya. Semua itu haram dimakan”. Hadits ini secara jelas menunjukkan

haramnya memakan binatang buas yang bertaring bukan hanya makruh saja.

7. BURUNG YANG BERKUKU TAJAM

Hal ini berdasarkan hadits : “Dari Ibnu Abbas berkata: “Rasulullah melarang dari

setiap hewan buas yang bertaring dan berkuku tajam” (HR Muslim) “Demikian juga

setiap burung yang berkuku tajam seperti burung garuda, elang dan sejenisnya”.

8. KHIMAR AHLIYYAH (KELEDAI JINAK)

Hal ini berdasarkan hadits : “Dari Jabir berkata: “Rasulullah melarang pada perang

khaibar dari (makan) daging khimar dan memperbolehkan daging kuda”. (HR

Bukhori dan Muslim ).

9. AL-JALLALAH

Hal ini berdasarkan hadits : “Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah

melarang dari jalalah unta untuk dinaiki”. (HR. Abu Daud). “Dalam riwayat lain

disebutkan: Rasulullah melarang dari memakan jallalah dan susunya.” (HR. Abu

Daud : Tirmidzi dan Ibnu Majah). “Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya

berkata: Rasulullah melarang dari keledai jinak dan jalalah, menaiki dan memakan

dagingnya ” (HR Ahmad ).

Maksud Al-Jalalah yaitu setiap hewan baik hewan berkaki empat maupun berkaki

dua-yang makanan pokoknya adalah kotoran-kotoran seperti kotoran

manuasia/hewan dan sejenisnya.

Sebab diharamkannya jalalah adalah perubahan bau dan rasa daging dan susunya.

Apabila pengaruh kotoran pada daging hewan yang membuat keharamannya itu

hilang, maka tidak lagi haram hukumnya, bahkan hukumnya hahal secara yakin dan

tidak ada batas waktu tertentu. Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan : “Ukuran waktu

bolehnya memakan hewan jalalah yaitu apabila bau kotoran pada hewan

tersebut hilang dengan diganti oleh sesuatu yang suci menurut pendapat yang

benar.”. Pendapat ini dikuatkan oleh imam Syaukani dalam Nailul Authar.

10.AD-DHAB (HEWAN SEJENIS BIAWAK) BAGI YANG MERASA JIJIK

DARINYA

Berdasarkan hadits : “Dari Abdur Rahman bin Syibl berkata: Rasulullah melarang

dari makan dhab (hewan sejenis biawak). (Hasan. HR Abu Daud).

11.HEWAN YANG DIPERINTAHKAN AGAMA SUPAYA DIBUNUH

“Dari Aisyah berkata: Rasulullah bersabda: Lima hewan fasik yang hendaknya

dibunuh, baik di tanah halal maupun haram yaitu ular, tikus, anjing hitam.” (HR.

Muslim dan Bukhari )

“Dari Ummu Syarik berkata bahwa Nabi memerintahkan supaya membunuh

tokek/cecak” (HR. Bukhari dan Muslim) “Tokek/cecak telah disepakati keharaman

memakannya”.

12. HEWAN YANG DILARANG UNTUK DIBUNUH

“Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah melarang membunuh 4 hewan : semut, tawon,

burung hud-hud dan burung surad ” (HR Ahmad , Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu

Hibban). Haramnya hewan-hewan di atas merupakan pendapat mayoritas ahli ilmu

sekalipun ada perselisihan di dalamnya kecuali semut, nampaknya disepakati

keharamannya.

“Dari Abdur Rahman bin Utsman Al-Qurasyi bahwasanya seorang tabib

pernah bertanya kepada Rasulullah tentang kodok/katak dijadikan obat, lalu

Rasulullah melarang membunuhnya. (HR Ahmad, Abu Daud , Nasa’i , Al-Hakim,

Baihaqi dan dishahihkan Ibnu Hajar dan Al-Albani).

Haramnya katak secara mutlak merupakan pendapat Imam Ahmad dan beberapa

ulama lainnya serta pendapat yang shahih dari madzab Syafe’i. Al-Abdari menukil

dari Abu Bakar As-Shidiq, Umar, Utsman dan Ibnu Abbas bahwa seluruh bangkai

laut hukumnya halal kecuali katak.

13. BINATANG YANG HIDUP DI DUA ALAM

Sejauh ini belum ada dalil dari Al Qur’an dan hadits yang shahih yang menjelaskan

tentang haramnya hewan yang hidup di dua alam (laut dan darat). Dengan demikian

binatang yang hidup di dua alam dasar hukumnya “asal hukumnya adalah halal

kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Berikut contoh beberapa dalil hewan

hidup di dua alam :

Kepiting – hukumnya halal sebagaimana pendapat Atha’ dan Imam Ahmad.

Kura-kura dan Penyu – juga halal sebagaimana madzab Abu Hurairah, Thawus,

Muhammad bin Ali, Atha’, Hasan Al-Bashri dan fuqaha’ Madinah. Anjing laut – juga

halal sebagaimana pendapat imam

Malik, Syafe’i, Laits, Syai’bi dan Al-Auza’i.

Katak/kodok – hukumnya haram secara mutlak menurut

Terapi Air Untuk Kesehatan

MINUM PADA SAAT PERUT KOSONG

Di Jepang sekarang ini sangat popular sekali trend minum air segera setelah bangun pagi. Apalagi, test ilmiah telah membuktikan keampuhannya. Kami memberikan deskripsi penggunaan air kepada pembaca kami di bawah ini. Terapi air ini telah dibuktikan sukses oleh kumpulan pengobatan Jepang untuk penyakit lama dan serius dan juga penyakit modern. Penyakit-penyakit tersebut adalah sebagai berikut:

Sakit kepala, sakit badan, system jantung, arthritis, detak jantung cepat, epilesi, kelebihan berat badan, asma bronchitis, penyakit ginjal dan urin, muntah-muntah, asam lambung, diare, diabetes, susah buang air besar, semua penyakit mata, rahim, kanker, dating bulan lancer, dan penyakit telinga, hidung dan kerongkongan.

METODE TERAPI

  1. Setelah anda bangun pagi sebelum mengosok gigi, minum 4 x 160 ml gelas air.
  2. Gosok dan bersihkan mulut tetapi jangan makan ataupun minum  apapun selama 45 menit.
  3. Setelah 45 menit anda boleh makan dan minum seperti biasa.
  4. Setelah 15 menit sarapan, makan siang dan makan malam, jangan makan ataupun minum apapun selama 2 jam.
  5. Untuk anda yang tua ataupun sakit dan tidak dapat minum 4 gelas air pada saat mulai bisa digantikan dengan meminum sedikit air terleblh dahulu dan kemudian ditingkatkan secara berkala hingga 4 gelas per hari.

Metode diatas adalah terapi untuk mengobati pennyakit dari orang yang sakit  dan orang lain dapat menminikmati hidup yang sehat.

Daftar berikut adalah jumlah hari yang dibutuhkan untuk terapi pengobatan/control/mengurangi penyakit utama:

  1. Tekanan darah tinggi (30 hari)
  2. Asam lambung (10 hari)
  3. Diabetes (30 hari)
  4. Susah buang air besar/konstipasi (10 hari)
  5. Kanker (180 hari)
  6. Tuberculosis (90 hari)
  7. Pasien arthritis disarankan untuk mengikuti terapi diatas hanya 3 hari pada minggu pertama dan dari minggu kedua dan seterusnya – setiap hari

Metode pengobatan ini tidak mempunyai efek samping, tetapi pada saat pelaksanaan pengobatan ini anda mungkin akan buang air beberapa kali.

Malah lebih baik jika kita melanjutkan terapi ini dan menjadikan prosedur ini sebagai rutinitas kerja dalam kehidupan kita. Minum air dan tetap sehat dan aktif.

Hal ini masuk akal…. Orang Cina dan Jepang minum teh hangat pada saat makan mereka … bukan air dingin. Mungkin sudah waktunya kita mengadopsi kebiasaan minum mereka sewaktu makan !!! Tidak ada yang dirugikan dari hal ini.

Untuk yang suka minum air dingin, artikel ini  mungkin berguna untuk anda. Adalah enak untuk minum minuman dingin setelah makan. Bagaimanapun, air dingin akan memadatkan minyak yang anda konsumsi. Ia akan memperlambat pencernaan.

Ketika Sakit, Anda Membutuhkan Resep Obat yang Sempurna

Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani (qs)

Hari Jum’at, 07 November 2008

Chicago, Masjid al-Haqqani, Chicago, Illinois-Amerika SerikatA’udzu billah min asy-syaitan ir-rajim
Bismillahir- Rahmanir- Rahim
Ati’ Allah wa ati’ ar-rasula wa uli ‘l-amri minkum
Ilmu pengetahuan tidak akan berakhir. Setiap saat Allah SWT mengirimkan inspirasi pada manusia untuk mengatakan sesuatu demi kemaslahatan umat manusia. Rasulullah SAW membawa pesan ilahiah tersebut, agar kita -tidak bisa tidak- kecuali menerima dan mendengarkan apa yang dikatakan Rasulullah SAW, dan melaksanakan sebanyak mungkin semampu kita. Kemudian kita tingkatkan volumenya.

 Allah SWT berfirman, “Taatilah Allah, taatilah Rasulullah, dan patuhlah pada mereka yang mempunyai otoritas (pemimpin kalian).” (QS An Nisaa’ [4]:59).
Kita bahagia bisa berada disini, hari ini untuk sholat Jum’at. Insya Allah, Allah SWT akan menerima amal ibadah kita. Waktu kita pendek, tapi apapun yang akan kita bicarakan, atau apapun yang akan dibicarakan atau diajarkan oleh para ulama atau orang-orang, pelajaran tersebut tidak ada habisnya.

A’udzu billah min asy-syaitan ir-rajim Bismillahir- Rahmanir- Rahim. Seperti disebut tadi, “pengetahuan tidak pernah habis.” Dunia ini akan berakhir tapi ilmu pengetahuan tidak akan berakhir. Ilmu pengetahuan berlanjut hingga akhirat. Dunia ini tidak berlanjut ke akhirat. Suatu saat nanti Allah SWT akan mengubah bumi ini menjadi bumi yang lain seperti yang disebutkan dalam Kitab Suci Al Qur’an.

 

يَوۡمَ تُبَدَّلُ ٱلۡأَرۡضُ غَيۡرَ ٱلۡأَرۡضِ وَٱلسَّمَـٰوَٲتُ‌ۖ وَبَرَزُواْ لِلَّهِ ٱلۡوَٲحِدِ ٱلۡقَهَّارِ

Yaitu pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit, dan manusia berkumpul d Padang Mahsyar menghadap Allah Yang Maha Esa, Yang Maha Perkasa; (QS. Ibrahim [14]:48)

Dunia ini akan berakhir, namun Mi’raj (naik) nya Rasulullah SAW tidak pernah berakhir. Jangan dikira Rasulullah SAW itu hanya mengalami satu kali Mi’raj saja. Kalau kita mengatakan Rasulullah SAW hanya melakukan satu kali Mi’raj, berarti kita tidak memberikan penghormatan yang layak kepada Rasulullah SAW. Ya, memang satu kali Mi’raj yang kita
ketahui. Namun sesungguhnya, setiap saat beliau dalam kondisi Mi’raj. Setiap saat beliau menerima wahyu melalui Sayyidina Jibril, beliau dalam kondisi Mi’raj. Sholat beliau adalah Mi’raj. Karena beliau terus naik ke atas. Itulah waktu yang beliau sebut sebagai, “Saat yang
terbaik bagiku adalah ketika aku berada diantara tangan-tangan Allah.”. Kita semua sholat, (nah, pertanyaannya) , diantara tangan-tangan siapa kita berada? Kalau kita melaksanakan sholat dengan benar tentunya kita tahu diantara tangan-tangan siapa kita berada.
Maka tentunya kita memerlukan perjuangan, kita tidak bisa mengatakan “Ah, kita kan sudah sempurna.”

 Fa alhamahaa fujuurahaa wa taqwaahaa – maka Allah mengilhamkan kepadanya (jalan) pembeda kejahatan dan ketakwaan. (QS Asy-Syams [91]:8)Kalian (manusia biasa) tidak bisa mi’raj dengan badan kita. “(Namun) Allah berikan padanya (Muhammad) sesuatu yang tidak Aku berikan pada siapapun.” Beliau berbeda. Beliau tidak sama dengan kita. Tidak perlulah penjelasan lebih lanjut. Tapi kita harus tahu bahwa apa diberikan Rasulullah SAW kepada kita adalah untuk mashlahat atau kepentingan kita.

Allah…
Rasulullah SAW senantiasa dikaruniai Allah SWT, namun Rasulullah SAW senantiasa berjuang juga. Beliau seorang Rasul utusan Allah bagi seluruh umat manusia, namun beliau tetap berjuang. Kalau beliau tidak perlu berjuang, tentunya dulu beliau cukup mengatakan “berimanlah” , kemudian semua orang beriman. (Tidaklah demikian). Beliau adalah contoh bagi kita bahwa kita harus berjuang untuk mendapatkan sesuatu. Seperti kehidupan dunia bisnis biasa, kalau berusaha, maka kalian akan memperoleh sesuatu yang baik. Begitu juga untuk akhirat, jika berjuang, kalian akan memperoleh akhirat yang baik. Nah, Allah SWT memberikan tingkat yang tinggi kepada Rasulullah SAW -sesuatu yang spesial bagi beliau- tidak bagi orang lain. Hanya untuk Rasulullah SAW. Allah SWT memi’rajkan Rasulullah SAW secara fisik dan jiwanya.

Sebuah hadits Rasulullah SAW menyebutkan yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa Allah SWT menciptakan kita dari 360 mifsal, ada 360 sendi-sambungan dalam tubuh kita. Para dokter mungkin tahu ada berapa banyak sendi -mungkin mereka sudah menghitungnya- namun seperti yang dikatakan Rasulullah SAW terdapat 360 sendi dalam tubuh kita. Dan saya (MSH) juga pernah membaca buku pengobatan tradisional Cina bahwa terdapat 366 sendi atau titik untuk akupuntur (tusuk jarum). Pengobatan Cina menyebutkan terdapat 360-an atau 366 titik akupuntur dalam tubuh kita yang apabila kita tekan salah satu titik, maka titik itu akan mengirimkan pesan atau signal ke salah satu bagian tubuh untuk mengobati bagian tubuh tersebut. Rasulullah SAW melanjutkan bahwa terdapat juga 360 sendi yang harus diperbaiki setiap harinya. Mungkin kita tidak pernah mengetahuinya. Beliau bersabda, man halala wa kabara wa hamada wa sabahallah wa istighfaarallah wa imatat al-ada min at-tareeq, yang disebut sebagai sedekah, dan setiap sedekah akan menyentuh satu titik sendi dan memperbaikinya setiap hari.

Jadi, Rasulullah SAW menasehati kita, jika kalian ingin menyehatkan tubuh kalian dan membuatnya kuat, maka keluarkanlah 360 sedekah. Apa maksudnya 360 sedekah? Maksudnya adalah: lakukanlah 360 kebaikan untuk dipersembahkan kepada Allah SWT. Kalian boleh mengucapkan 360 kali istighfar, itu dinilai 360 sedekah. Itulah mengapa, beliau (SAW) mengatakan jika kalian mengucapkan Allahu Akbar, anda sedang menyentuh salah satu sendi tubuh kalian. Jika kalian mengucapkan alhamdulillah, itu juga menyentuh salah satu sendi tubuh. Saat kalian membantu orang miskin, itu juga menyentuh satu sendi, jika kalian menyingkirkan sesuatu yang membahayakan di jalan, itu juga menyentuh satu sendi.

 

Pokoknya, setiap kebaikan yang kalian lakukan berarti menyentuh sendi tubuh dan menyembuhkan/ menyegarkan kembali sendi tersebut. Itulah mengapa manusia mengalami sakit atau ditimpa berbagai masalah, itu semua mengingatkan kita agar kembali kepada Allah SWT. Karena kalau kalian sakit, kalian ingat Allah SWT. Saat kalian sakit kepala atau migrain, katakanlah, “Ya Allah, tolonglah aku.”

Kalau ada orang bertanya pada saya, “Profesi apa yang terbaik, saya akan jawab, jadilah dokter.” Mereka boleh saja menjawab, “Ah, untuk jadi dokter kan perlu banyak modal.”. Tapi sebenarnya tidak terlalu banyak uang, menimbang (manfaat) anda akan bertemu begitu banyak orang sakit dan itu semua mengingatkanmu akan akhirat. (Jadi) para dokter harusnya adalah orang-orang yang terbaik dalam mengingat akhirat, karena mereka menghadapi orang sakit setiap hari.

قالرسولاللهداووامرضاكمبالصدقة

Nah, Rasulullah SAW telah menyebutkan hal ini sering sekali dan Rasulullah SAW juga mengatakan, “Obatilah pasienmu dengan sedekah.”[1]

Orang awam memahami sedekah itu adalah mengeluarkan sumbangan/donasi.
Bukan hanya itu. Sedekah bisa dalam berbagai bentuk. Wajah yang tersenyum adalah sedekah. Mengunjungi seorang pasien adalah sedekah. Mengundang seseorang untuk mengajarkan sesuatu juga sedekah. Menyingkirkan penghalang dari jalan disebut sedekah, melawan hawa nafsu juga sedekah. Apapun yang kalian lakukan untuk Allah SWT adalah sedekah, ibarat kalian memberikan sumbangan untuk surga. Allah SWT tidak memerlukan semua itu. Sedekah adalah sesuatu yang dilakukan untuk mendapatkan pahala, itulah mengapa disebut sedekah.

Lihat, betapa indahnya yang disabdakan Rasulullah SAW dalam hadits berikut:

قالرسولاللهصلىاللهعليهوسلم: “اتقواالنارولوبشقتمرة،ولوبكلمةٍطيبة“.


Ittaqullah wa law bi shiqqi thamarah – Bertaqwalah kepada Allah walaupun hanya dengan sebutir kurma. Maksudnya, waspadalah dengan hukuman, murka, dan rasa malu di Hari Pembalasan nanti, (selamatkanlah dirimu) walau hanya dengan sebutir kurma, bahkan seiris kurma yang kau berikan kepada yang memerlukannya. ”
Artinya, apapun bisa kalian berikan. Apalah artinya sebutir kurma? Tidak ada artinya. Namun Allah SWT menyukai itu. (Dengan kurma itu) Allah SWT akan memberi pahala. Selamatkanlah diri kalian dari siksa/hukuman walau hanya dengan sebutir kurma. Jadi, apapun yang kalian sedekahkan kepada seseorang, walaupun dengan sebutir kurma maka akan menyelamatkan diri kalian dari musibah atau siksa baik di dunia maupun akhirat nanti.

Berapa banyak orang yang merawat orang lain (seperti dokter), secara realitas atau bukan, bahkan jika mereka harus mengeluarkan banyak uang, tapi profesi dokter adalah yang terbaik karena kalian menjaga/merawat hamba Allah SWT. Coba, tubuh kita ini dibungkus oleh apa? Oleh kulit. Kalian tidak melihat apa-apa (dibalik kulit ini) kan? Semua orang juga begitu. Kupaslah kulit itu, kalian akan melihat berjuta-juta sel, triliunan sel yang membentuk tubuh kita. Organ-organ tubuh, seluruh organ yang dikaruniakan Allah SWT kepada kalian, semua bekerja bersama-sama. Kalian tidak bisa menemukan ada satu organpun yang fungsinya tidak sinkron/seirama dengan organ lainnya. Contoh sederhana, lihatlah mesin mobil. Kalian memeriksa bagian luar mesin yang tidak mogok. Kenapa tidak jalan? Tidak ada yang salah kalau dilihat dari luar. Montir akan membongkar dan memeriksanya – “Ah komponen itu
rusak!”. Nah, Allah SWT mengkaruniakan kepada dokter-dokter itu kemampuan untuk melihat apa yang salah dalam mesin (tubuh) kita.

Nah, tubuh-tubuh kita ibarat mesin-mesin tadi. Kalau oli pelumas bercampur dengan air di dalam mesin, apa yang terjadi? Mesin itu akan rusak. Maka, dokter atau montir akan mengatakan, keluarkan air itu. Mesin itu akan jalan lagi. Kenapa mesin rusak? Karena kita tidak pernah merawatnya.

قالرسولاللهداووامرضاكمبالصدقة


Rasulullah SAW bersabda, “Obati orang sakit dengan sedekah.”[2] .

Sedekah bisa berupa apapun, tidak harus berupa uang. Beliau SAW tidak mengatakan obati penyakitmu dengan cara lain (selain sedekah). Beliau mengatakan, apapun penyakitnya, Allah SWT telah menciptakan obatnya. Dan setiap jenis makanan dapat menimbulkan penyakit, kecuali beras (nasi). Kalian tidak akan sakit karena makan nasi. Rahasia apa yang terkandung pada nasi? Allah Maha Mengetahui, Rasulullah SAW mengetahuinya. Nah, tubuh kita ini harus selalu diperiksa. Ibarat mesin, kalian periksa oli pelumasnya, periksa transmisinya, periksa busi-businya. Kenapa sekarang kita tidak pernah memeriksakan tubuh kita yang
merupakan amanat?.

Dan Rasulullah SAW menunjukkan pada kita jalannya.

روىالإمامأحمدفيصحيحهعنأمالمؤمنينالسيدةعائشةرضياللهتعالى عنهاأنرسولاللهقال : “إنهخلقكلإنسانمنبنيآدمعلىستين وثلاثمائةمفصلفمنكبراللهوحمداللهوسبحالله  واستغفراللهوعزل حجراًمنطريقالناسأوشوكةأوعظماًعنطريقالناسوأمربالمعروفونهى عنمنكرعددتلكالستينوالثلاثمائةسلاميفإنهيمشييومئذوقدزحزحعن النارمسلم


Aisya r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Setiap anak Adam diciptakan memiliki tiga ratus enam puluh sendi; maka barangsiapa yang mengagungkan Allah dengan takbir, memuji Allah dengan hamdalah, menyatakan KeEsaan Allah dengan tahlil, mensucikan Allah dengan tasbih, dan memohon ampunan Allah, dan menyingkirkan batu, atau duri, atau tulang dari jalan yang dilalui orang, kemudian menganjurkan perbuatan baik serta melarang perbuatan batil, sebanyak tiga ratus enam puluh kali (360x), dijamin dia berhasil dijauhkan dari api neraka.” [3]

Beliau SAW mengatakan terdapat 360 titik pada tubuh kita yang harus disentuh setiap hari dengan cara melafazkan takbir, tahlil, alhamdulillah; terdapat malaikat-malaikat yang berbeda yang datang menyentuh sendi-sendi itu, ketika kalian melaksanakan zikrullah. Dan saya (MSH] akhiri sohbet ini dengan hadits tersebut.

Suatu ketika, ketika Rasulullah SAW tengah duduk bersama para Sahabat datanglah seorang laki-laki dan berkata, “Syari’at Islam membuat kita sulit/repot. ” Orang zaman sekarang juga mengatakan itu, iya kan? “Berikan kami sesuatu yang mudah untuk dikerjakan.” Kalian kira sederhana/mudah untuk bisa bersama Rasulullah SAW? Tentu tidak.
Tapi laki-laki tadi, orang Baduy tersebut datang ke Rasulullah SAW dengan pertanyaan tadi. Pelajaran yang baik bagi kita. Islam adalah Agama Allah SWT; Agama Surga. Dan Rasulullah SAW harus memberikan kita jalan keluar. Itulah mengapa beliau pernah bersabda “Ija’al lisanak ratban bi dhikrullah.” Hadist ini tidak berarti kalian tidak perlu melaksanakan sholat.
Tidak ada kaitannya dengan kewajiban kalian (kewajiban kalian tetap harus dilaksanakan) .

Namun, zikrullah (yang merupakan sedekah) tadi adalah sesuatu yang ekstra agar kita bisa mencapai “Alladziina an’am’Allahu ‘alayhim min an-nabiyyiin was-siddiqiin wash-shuhada’ i was-shalihiin wa hasuna ulaa’ika rafiiqa.” Oleh sebab itu Rasulullah SAW bersabda, “Basahilah
selalu lidah kalian dengan zikrullah.”.

 

———— ——— ——— ——— ——— ———————–  

[1] At-Tabarani dalam Kitab al-Awsat, dan al-Mu’jam al-kabir dan dalam Kitab al-Du’a, Ibn ‘Adee, Abu Nua’ym dalam Kitab karyanya yang berjudul Hilya, al-Khateeb al-Baghdadi, al-Bayhaqi dalam Sunannya, dari Ibn Mas’ud.


[2] At-Tabarani dalam Kitab al-Awsat, dan al-Mu’jam al-kabir dan dalam al-Du’a, Ibn ‘Adee, Abu Nua’ym dalam Kitab karyanya yang berjudul Hilya, al-Khateeb al-Baghdadi, al-Bayhaqi dalam Sunannya, dari Ibn Mas’ud.


[3] Shahih Muslim, Buku 005, Nomor 2199.