Ketika Sakit, Anda Membutuhkan Resep Obat yang Sempurna

Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani (qs)

Hari Jum’at, 07 November 2008

Chicago, Masjid al-Haqqani, Chicago, Illinois-Amerika SerikatA’udzu billah min asy-syaitan ir-rajim
Bismillahir- Rahmanir- Rahim
Ati’ Allah wa ati’ ar-rasula wa uli ‘l-amri minkum
Ilmu pengetahuan tidak akan berakhir. Setiap saat Allah SWT mengirimkan inspirasi pada manusia untuk mengatakan sesuatu demi kemaslahatan umat manusia. Rasulullah SAW membawa pesan ilahiah tersebut, agar kita -tidak bisa tidak- kecuali menerima dan mendengarkan apa yang dikatakan Rasulullah SAW, dan melaksanakan sebanyak mungkin semampu kita. Kemudian kita tingkatkan volumenya.

 Allah SWT berfirman, “Taatilah Allah, taatilah Rasulullah, dan patuhlah pada mereka yang mempunyai otoritas (pemimpin kalian).” (QS An Nisaa’ [4]:59).
Kita bahagia bisa berada disini, hari ini untuk sholat Jum’at. Insya Allah, Allah SWT akan menerima amal ibadah kita. Waktu kita pendek, tapi apapun yang akan kita bicarakan, atau apapun yang akan dibicarakan atau diajarkan oleh para ulama atau orang-orang, pelajaran tersebut tidak ada habisnya.

A’udzu billah min asy-syaitan ir-rajim Bismillahir- Rahmanir- Rahim. Seperti disebut tadi, “pengetahuan tidak pernah habis.” Dunia ini akan berakhir tapi ilmu pengetahuan tidak akan berakhir. Ilmu pengetahuan berlanjut hingga akhirat. Dunia ini tidak berlanjut ke akhirat. Suatu saat nanti Allah SWT akan mengubah bumi ini menjadi bumi yang lain seperti yang disebutkan dalam Kitab Suci Al Qur’an.

 

يَوۡمَ تُبَدَّلُ ٱلۡأَرۡضُ غَيۡرَ ٱلۡأَرۡضِ وَٱلسَّمَـٰوَٲتُ‌ۖ وَبَرَزُواْ لِلَّهِ ٱلۡوَٲحِدِ ٱلۡقَهَّارِ

Yaitu pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit, dan manusia berkumpul d Padang Mahsyar menghadap Allah Yang Maha Esa, Yang Maha Perkasa; (QS. Ibrahim [14]:48)

Dunia ini akan berakhir, namun Mi’raj (naik) nya Rasulullah SAW tidak pernah berakhir. Jangan dikira Rasulullah SAW itu hanya mengalami satu kali Mi’raj saja. Kalau kita mengatakan Rasulullah SAW hanya melakukan satu kali Mi’raj, berarti kita tidak memberikan penghormatan yang layak kepada Rasulullah SAW. Ya, memang satu kali Mi’raj yang kita
ketahui. Namun sesungguhnya, setiap saat beliau dalam kondisi Mi’raj. Setiap saat beliau menerima wahyu melalui Sayyidina Jibril, beliau dalam kondisi Mi’raj. Sholat beliau adalah Mi’raj. Karena beliau terus naik ke atas. Itulah waktu yang beliau sebut sebagai, “Saat yang
terbaik bagiku adalah ketika aku berada diantara tangan-tangan Allah.”. Kita semua sholat, (nah, pertanyaannya) , diantara tangan-tangan siapa kita berada? Kalau kita melaksanakan sholat dengan benar tentunya kita tahu diantara tangan-tangan siapa kita berada.
Maka tentunya kita memerlukan perjuangan, kita tidak bisa mengatakan “Ah, kita kan sudah sempurna.”

 Fa alhamahaa fujuurahaa wa taqwaahaa – maka Allah mengilhamkan kepadanya (jalan) pembeda kejahatan dan ketakwaan. (QS Asy-Syams [91]:8)Kalian (manusia biasa) tidak bisa mi’raj dengan badan kita. “(Namun) Allah berikan padanya (Muhammad) sesuatu yang tidak Aku berikan pada siapapun.” Beliau berbeda. Beliau tidak sama dengan kita. Tidak perlulah penjelasan lebih lanjut. Tapi kita harus tahu bahwa apa diberikan Rasulullah SAW kepada kita adalah untuk mashlahat atau kepentingan kita.

Allah…
Rasulullah SAW senantiasa dikaruniai Allah SWT, namun Rasulullah SAW senantiasa berjuang juga. Beliau seorang Rasul utusan Allah bagi seluruh umat manusia, namun beliau tetap berjuang. Kalau beliau tidak perlu berjuang, tentunya dulu beliau cukup mengatakan “berimanlah” , kemudian semua orang beriman. (Tidaklah demikian). Beliau adalah contoh bagi kita bahwa kita harus berjuang untuk mendapatkan sesuatu. Seperti kehidupan dunia bisnis biasa, kalau berusaha, maka kalian akan memperoleh sesuatu yang baik. Begitu juga untuk akhirat, jika berjuang, kalian akan memperoleh akhirat yang baik. Nah, Allah SWT memberikan tingkat yang tinggi kepada Rasulullah SAW -sesuatu yang spesial bagi beliau- tidak bagi orang lain. Hanya untuk Rasulullah SAW. Allah SWT memi’rajkan Rasulullah SAW secara fisik dan jiwanya.

Sebuah hadits Rasulullah SAW menyebutkan yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa Allah SWT menciptakan kita dari 360 mifsal, ada 360 sendi-sambungan dalam tubuh kita. Para dokter mungkin tahu ada berapa banyak sendi -mungkin mereka sudah menghitungnya- namun seperti yang dikatakan Rasulullah SAW terdapat 360 sendi dalam tubuh kita. Dan saya (MSH) juga pernah membaca buku pengobatan tradisional Cina bahwa terdapat 366 sendi atau titik untuk akupuntur (tusuk jarum). Pengobatan Cina menyebutkan terdapat 360-an atau 366 titik akupuntur dalam tubuh kita yang apabila kita tekan salah satu titik, maka titik itu akan mengirimkan pesan atau signal ke salah satu bagian tubuh untuk mengobati bagian tubuh tersebut. Rasulullah SAW melanjutkan bahwa terdapat juga 360 sendi yang harus diperbaiki setiap harinya. Mungkin kita tidak pernah mengetahuinya. Beliau bersabda, man halala wa kabara wa hamada wa sabahallah wa istighfaarallah wa imatat al-ada min at-tareeq, yang disebut sebagai sedekah, dan setiap sedekah akan menyentuh satu titik sendi dan memperbaikinya setiap hari.

Jadi, Rasulullah SAW menasehati kita, jika kalian ingin menyehatkan tubuh kalian dan membuatnya kuat, maka keluarkanlah 360 sedekah. Apa maksudnya 360 sedekah? Maksudnya adalah: lakukanlah 360 kebaikan untuk dipersembahkan kepada Allah SWT. Kalian boleh mengucapkan 360 kali istighfar, itu dinilai 360 sedekah. Itulah mengapa, beliau (SAW) mengatakan jika kalian mengucapkan Allahu Akbar, anda sedang menyentuh salah satu sendi tubuh kalian. Jika kalian mengucapkan alhamdulillah, itu juga menyentuh salah satu sendi tubuh. Saat kalian membantu orang miskin, itu juga menyentuh satu sendi, jika kalian menyingkirkan sesuatu yang membahayakan di jalan, itu juga menyentuh satu sendi.

 

Pokoknya, setiap kebaikan yang kalian lakukan berarti menyentuh sendi tubuh dan menyembuhkan/ menyegarkan kembali sendi tersebut. Itulah mengapa manusia mengalami sakit atau ditimpa berbagai masalah, itu semua mengingatkan kita agar kembali kepada Allah SWT. Karena kalau kalian sakit, kalian ingat Allah SWT. Saat kalian sakit kepala atau migrain, katakanlah, “Ya Allah, tolonglah aku.”

Kalau ada orang bertanya pada saya, “Profesi apa yang terbaik, saya akan jawab, jadilah dokter.” Mereka boleh saja menjawab, “Ah, untuk jadi dokter kan perlu banyak modal.”. Tapi sebenarnya tidak terlalu banyak uang, menimbang (manfaat) anda akan bertemu begitu banyak orang sakit dan itu semua mengingatkanmu akan akhirat. (Jadi) para dokter harusnya adalah orang-orang yang terbaik dalam mengingat akhirat, karena mereka menghadapi orang sakit setiap hari.

قالرسولاللهداووامرضاكمبالصدقة

Nah, Rasulullah SAW telah menyebutkan hal ini sering sekali dan Rasulullah SAW juga mengatakan, “Obatilah pasienmu dengan sedekah.”[1]

Orang awam memahami sedekah itu adalah mengeluarkan sumbangan/donasi.
Bukan hanya itu. Sedekah bisa dalam berbagai bentuk. Wajah yang tersenyum adalah sedekah. Mengunjungi seorang pasien adalah sedekah. Mengundang seseorang untuk mengajarkan sesuatu juga sedekah. Menyingkirkan penghalang dari jalan disebut sedekah, melawan hawa nafsu juga sedekah. Apapun yang kalian lakukan untuk Allah SWT adalah sedekah, ibarat kalian memberikan sumbangan untuk surga. Allah SWT tidak memerlukan semua itu. Sedekah adalah sesuatu yang dilakukan untuk mendapatkan pahala, itulah mengapa disebut sedekah.

Lihat, betapa indahnya yang disabdakan Rasulullah SAW dalam hadits berikut:

قالرسولاللهصلىاللهعليهوسلم: “اتقواالنارولوبشقتمرة،ولوبكلمةٍطيبة“.


Ittaqullah wa law bi shiqqi thamarah – Bertaqwalah kepada Allah walaupun hanya dengan sebutir kurma. Maksudnya, waspadalah dengan hukuman, murka, dan rasa malu di Hari Pembalasan nanti, (selamatkanlah dirimu) walau hanya dengan sebutir kurma, bahkan seiris kurma yang kau berikan kepada yang memerlukannya. ”
Artinya, apapun bisa kalian berikan. Apalah artinya sebutir kurma? Tidak ada artinya. Namun Allah SWT menyukai itu. (Dengan kurma itu) Allah SWT akan memberi pahala. Selamatkanlah diri kalian dari siksa/hukuman walau hanya dengan sebutir kurma. Jadi, apapun yang kalian sedekahkan kepada seseorang, walaupun dengan sebutir kurma maka akan menyelamatkan diri kalian dari musibah atau siksa baik di dunia maupun akhirat nanti.

Berapa banyak orang yang merawat orang lain (seperti dokter), secara realitas atau bukan, bahkan jika mereka harus mengeluarkan banyak uang, tapi profesi dokter adalah yang terbaik karena kalian menjaga/merawat hamba Allah SWT. Coba, tubuh kita ini dibungkus oleh apa? Oleh kulit. Kalian tidak melihat apa-apa (dibalik kulit ini) kan? Semua orang juga begitu. Kupaslah kulit itu, kalian akan melihat berjuta-juta sel, triliunan sel yang membentuk tubuh kita. Organ-organ tubuh, seluruh organ yang dikaruniakan Allah SWT kepada kalian, semua bekerja bersama-sama. Kalian tidak bisa menemukan ada satu organpun yang fungsinya tidak sinkron/seirama dengan organ lainnya. Contoh sederhana, lihatlah mesin mobil. Kalian memeriksa bagian luar mesin yang tidak mogok. Kenapa tidak jalan? Tidak ada yang salah kalau dilihat dari luar. Montir akan membongkar dan memeriksanya – “Ah komponen itu
rusak!”. Nah, Allah SWT mengkaruniakan kepada dokter-dokter itu kemampuan untuk melihat apa yang salah dalam mesin (tubuh) kita.

Nah, tubuh-tubuh kita ibarat mesin-mesin tadi. Kalau oli pelumas bercampur dengan air di dalam mesin, apa yang terjadi? Mesin itu akan rusak. Maka, dokter atau montir akan mengatakan, keluarkan air itu. Mesin itu akan jalan lagi. Kenapa mesin rusak? Karena kita tidak pernah merawatnya.

قالرسولاللهداووامرضاكمبالصدقة


Rasulullah SAW bersabda, “Obati orang sakit dengan sedekah.”[2] .

Sedekah bisa berupa apapun, tidak harus berupa uang. Beliau SAW tidak mengatakan obati penyakitmu dengan cara lain (selain sedekah). Beliau mengatakan, apapun penyakitnya, Allah SWT telah menciptakan obatnya. Dan setiap jenis makanan dapat menimbulkan penyakit, kecuali beras (nasi). Kalian tidak akan sakit karena makan nasi. Rahasia apa yang terkandung pada nasi? Allah Maha Mengetahui, Rasulullah SAW mengetahuinya. Nah, tubuh kita ini harus selalu diperiksa. Ibarat mesin, kalian periksa oli pelumasnya, periksa transmisinya, periksa busi-businya. Kenapa sekarang kita tidak pernah memeriksakan tubuh kita yang
merupakan amanat?.

Dan Rasulullah SAW menunjukkan pada kita jalannya.

روىالإمامأحمدفيصحيحهعنأمالمؤمنينالسيدةعائشةرضياللهتعالى عنهاأنرسولاللهقال : “إنهخلقكلإنسانمنبنيآدمعلىستين وثلاثمائةمفصلفمنكبراللهوحمداللهوسبحالله  واستغفراللهوعزل حجراًمنطريقالناسأوشوكةأوعظماًعنطريقالناسوأمربالمعروفونهى عنمنكرعددتلكالستينوالثلاثمائةسلاميفإنهيمشييومئذوقدزحزحعن النارمسلم


Aisya r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Setiap anak Adam diciptakan memiliki tiga ratus enam puluh sendi; maka barangsiapa yang mengagungkan Allah dengan takbir, memuji Allah dengan hamdalah, menyatakan KeEsaan Allah dengan tahlil, mensucikan Allah dengan tasbih, dan memohon ampunan Allah, dan menyingkirkan batu, atau duri, atau tulang dari jalan yang dilalui orang, kemudian menganjurkan perbuatan baik serta melarang perbuatan batil, sebanyak tiga ratus enam puluh kali (360x), dijamin dia berhasil dijauhkan dari api neraka.” [3]

Beliau SAW mengatakan terdapat 360 titik pada tubuh kita yang harus disentuh setiap hari dengan cara melafazkan takbir, tahlil, alhamdulillah; terdapat malaikat-malaikat yang berbeda yang datang menyentuh sendi-sendi itu, ketika kalian melaksanakan zikrullah. Dan saya (MSH] akhiri sohbet ini dengan hadits tersebut.

Suatu ketika, ketika Rasulullah SAW tengah duduk bersama para Sahabat datanglah seorang laki-laki dan berkata, “Syari’at Islam membuat kita sulit/repot. ” Orang zaman sekarang juga mengatakan itu, iya kan? “Berikan kami sesuatu yang mudah untuk dikerjakan.” Kalian kira sederhana/mudah untuk bisa bersama Rasulullah SAW? Tentu tidak.
Tapi laki-laki tadi, orang Baduy tersebut datang ke Rasulullah SAW dengan pertanyaan tadi. Pelajaran yang baik bagi kita. Islam adalah Agama Allah SWT; Agama Surga. Dan Rasulullah SAW harus memberikan kita jalan keluar. Itulah mengapa beliau pernah bersabda “Ija’al lisanak ratban bi dhikrullah.” Hadist ini tidak berarti kalian tidak perlu melaksanakan sholat.
Tidak ada kaitannya dengan kewajiban kalian (kewajiban kalian tetap harus dilaksanakan) .

Namun, zikrullah (yang merupakan sedekah) tadi adalah sesuatu yang ekstra agar kita bisa mencapai “Alladziina an’am’Allahu ‘alayhim min an-nabiyyiin was-siddiqiin wash-shuhada’ i was-shalihiin wa hasuna ulaa’ika rafiiqa.” Oleh sebab itu Rasulullah SAW bersabda, “Basahilah
selalu lidah kalian dengan zikrullah.”.

 

———— ——— ——— ——— ——— ———————–  

[1] At-Tabarani dalam Kitab al-Awsat, dan al-Mu’jam al-kabir dan dalam Kitab al-Du’a, Ibn ‘Adee, Abu Nua’ym dalam Kitab karyanya yang berjudul Hilya, al-Khateeb al-Baghdadi, al-Bayhaqi dalam Sunannya, dari Ibn Mas’ud.


[2] At-Tabarani dalam Kitab al-Awsat, dan al-Mu’jam al-kabir dan dalam al-Du’a, Ibn ‘Adee, Abu Nua’ym dalam Kitab karyanya yang berjudul Hilya, al-Khateeb al-Baghdadi, al-Bayhaqi dalam Sunannya, dari Ibn Mas’ud.


[3] Shahih Muslim, Buku 005, Nomor 2199.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s